Berikut Bebarapa Materi Komputer SMA kelas XI sesuai dengan kurikulum KTSP, pada kesempatan kali ini belum membahasa soal-soal olimpiade sains komputer, namun untuk masa yang akan datang penulis akan mengusahakan untuk memposting pembahasan soal olimpiade sains komputer.

Tips memilih ISP
(Internet Services Provider)


Untuk berlangganan internet kita harus berlangganan pada penyedia  jasa internet atau lebih dikenal dengan ISP, karena begitu banyaknya ISP yang ada di Indonesia, berikut kami sampaikan tips memilih ISP yang baik dan berkualitas :

  1. Jaminan CIR (Customers Interconnect Rate), jaminan dari ISP untuk koneksi dari end user ke backbone internasional dan IIX. Biasanya ISP akan memberikan jaminan CIR 1:1 ke backbone internasional dan IIX jika user menyewa bandwidth Dedicated Connections namun adapula ISP yang membagi koneksi menjadi 1:2, dan sebagainya. Begitu juga disisi ISP yang menyewa bandwidth ke NAP mendapatkan jaminan CIR 1:1 atau tidak ke backbone internasional dan IIX. Koneksi dedicated berbeda dengan koneksi Broadband, koneksi dedicated adalah koneksi dengan jaminan CIR 1:1 ke Internet, jadi misalanya kita menyewa 64 kbps maka kita harus mendapatkan bandwidth 64 kbps ke Internasional dan ke IIX, berbeda dengan Broadband atau shared conections yang biasanya besarnya bandwidth tertentu misalnya bandwidth UP TO 384 kbps yang akan dibagi untuk antara 20-30 user, jadi maksudnya user akan mendapatkan maksimal 384 kbps jika user-user lainnya tidak menggunakan. Rata-rata koneksi broadband disediakan bandwidth (jalur pita lebar) sebesar 384 kbps, bandwidth ini disediakan untuk di shared ke beberapa user, karena tidak mungkin dengan harga broadband kita mendapatkan bandwidth murni dedicated.

  2. Jaminan SLA (Services Level Agreament), jaminan yang bisa di klaim oleh end user jika terjadi down time dari ISP. Klaim ini biasanya berupa restitusi pengembalian uang sewa bandwidth kita kepada ISP tersebut yang tertuang dalam Kontrak kerjasama antara ISP dan end user. Jadi misalnya ISP mengklaim bahwa layanan mereka tidak akan downtime selama 7 jam selama bulan tersebut, maka jika dalam bulan tersebut jumlah downtime lebih dari 7 jam maka user mendapat restitusi. Namun jaminan SLA ini biasanya berlaku untuk layanan dedicated.
  3. Dukungan teknis dan Hot Line, bayangkan jika sewaktu-waktu terjadi downtime/putus/koneksi menjadi lambat tidak seperti biasanya. Biasanya ISP akan memberikan nomer kontak teknis 24 jam atau nomer hotline yang dapat kita hubungi sewaktu-waktu. Bahkan ada beberapa ISP yang memberikan dukungan kontak via telp, mail, dan chatting yang akan langsung di respon dengan baik selama 24 jam. Menurut penulis dukungan teknis inilah yang menjadi hal yang cukup penting selain point-point sebelumnya, karena kita akan kesulitan jika tidak dapat mengontak teknis. Ada beberapa ISP yang mencantumkan nomer teknis namun pada saat di telpon tidak diangkat, tidak direspon dengan baik atau bahkan balik marah-marah menyalahkan kesalahan ada pada user.
  4. Perangkat last miles, untuk terkoneksi ke ISP tempat kita berlangganan memerlukan komunikasi, yang biasanya menggunakan Wireless, Leased Channel (LC), Jaringan telpon PSTN, atau VSAT. Kebanyakan para pengguna untuk terkoneksi ke ISP menggunaakan Wireless dan Jaringan telpon PSTN (teknologi ADSL contohya SPEEDY). Wireless memerlukan perangkatnya yang saat ini cenderung turun harganya namun terkendala masalah frekuensi, karena biasanya menggunakan frekuensi yang bebas yaitu 2,4 ghz. Ada banyak jenis perangkat Wireless dari yang istilahnya buatan taiwan sampai buatan eropa dan USA, cenderung perangkat buatan taiwan lebih rentan kerusakan dan performanya kurang. Untuk diketahui frekuensi di 2.4 Ghz ini sangat krodit/interferency karena digunakan oleh banyak ISP, Pemkot, Pemprov, perusahaan, dan sebagainya untuk interkoneksi internal mereka, hal ini akan mempengaruhi kinerja dari komunikasi data paket yang akan kita kirim dan terima dari Internet. Namun wireless mempunyai kelebihan dibandingkan menggunakan jaringan PSTN yaitu besarnya bandwidth yang dapat dialirkan mencapai rata-rata 5-10 Mbps dan dapat dibangun dimana saja walaupun belum mempunyai infrastruktur telekomunikasi. Sedangkan jika menggunakan jaringan telpon PSTN yang cukup menggunakan kabel telpon yang ada, kelebihan utamanya adalah kita tidak usah repot-repot membangun infrastruktur seperti Wireless yang kadangkala memerlukan tiang atau tower dan rentan terhadap interkoneksi frekuensi lainnya. Namun kekurangan utama dari jaringan telpon adalah tidak semua daerah dapat di coverage untuk menggelar suatu layanan karena terbatasnya infrastruktur dan keterbatasan besarnya bandwidth yang bisa disalurkan ke end user dikarenakan keterbatasan teknologi jaringan kabel telpon ini yang memang dirancang hanya untuk mengalirkan voice.
  5. Perbandingan harga dan kwalitas layanan, ada harga ada kwalitas begitu Kira-kira penjelasan point ini, karena tidak mungkin sebuah layanan ISP akan memberikan bandwidth 384 kbps dengan harga 50 ribu – 100 ribu rupiah perbulanya, walaupun terjadi di koneksi broadband ADSL/wireless mungkin diawal-awal layanananya setelah mencapai quota user maka koneksi akan terasa lambat. ” Bandwidth is not free & Bandwidth is critical to network performance” begitu kutipan dari materi Cisco Networking.
  6. Customer Satisfactions, ada baiknya kita mendengarkan para konsumen lain yang telah menggunakan layanan ISP tersebut, kadangkala layanan yang dijanjikan sebuah ISP tidak seperti yang mereka janjikan di iklan media masa, brosur, televisi, radio dan sebagainya. Banyak bertanya dan membaca dari milist (mailing list seperti Indo-cisco, indoWLI, dll) tentang layanan dari sebuah ISP atau produk suatu broadband ADSL. Dari membaca, mendengar, dan bertanya dengan para konsumen lain yang telah menggunakan layanan sebuah ISP atau produk Broadband kita akan mengetahui kwalitas dan layanannya. 
  7. Features, layanan lain misalnya terdapat layanan lokal seperti VoIP, Radio Broadcasting, Download Files, dan sebagainya adalah nilai tambah yang harus kita perhatikan, ada beberapa ISP yang menyediakan content local ini secara gratis, misalnya aja penggunaan VOIP untuk sesama pelanggan ISP tersebut, disediakannya library learning yang banyak, dan sebagainya.
  8. IP Addressing, IP (Internet Protocol) adalah pengelamatan yang unik yang menjadi standar dunia untuk menjadi sebuah protocol, protocol adalah sebuah set aturan yang dikenal oleh sipengirim dan sipenerima dimana standart dunia menggunakan TCP/IP. IP Addressing yang ada yang Public dan ada yang private, kalau IP Public adalah IP yang kita dapatkan dari ISP dan IP ini bersifat unik, jadi tidak akan mungkin sama IP kita dengan IP orang lain diseluruh dunia ini karena Pengelamatan dan penomeran IP Address ada badan khusus internacional yang mengaturnya (APNIC), dari sinilah NAP dan ISP mendapatkan IP Address yang nantinya akan diberikan ke user. Sedangkan IP Private adalah IP Local yang tidak perlu mendapatkan dari siapapun, penomoran IP ini kita buat sendiri dengan aturan kelas-kelas yang berlaku. Nah biasanya beberapa ISP tidak memberikan IP Public ke user Namun diberikan IP Private, apa manfaat utama dari penggunaan IP Public bagi user, diantaranya adalah kita bisa membuat suatu layanan yang dapat dilihat user lain di Internet (misalnya web Server).
  9. Legalitas Pemerintah, penyelenggaraan ISP perlu legalitas dari Pemerintah yaitu POSTEL, apakah kita mau menggunakan akses Ilegal yang sewaktu-waktu bisa saja down time karena ISP nya disegel pihak berwajib. Mungkin kalau kita pengguna home user tidak akan terasa, namun kalau kita pengguna sebuah SOHO, Company atau sebuah tempat usaha seperti Warnet untuk pindah dari satu ISP ke ISP lain akan memerlukan waktu yang cukup lama. Salah satunya adalah konfigurasi perangkat lastmiles yang digunakan dan konfig di server.
Penyedia jasa wireles internet di Indonesia pun kian banyak seperti Indosat, Xl, Flexi, Fren, Telkomsel, dll dan mereka menawarkan harga yang sangat bersaing seperti XL yang menawarkan tarif akses rp. 0,5 per Kb, serta indosat yang menawarkan kartu m2 dengan biaya berlangganan rp. 100.000 perbulan dengan akses 1 x 24 jam x 30 hari. dan telkomsel juga menawarkan telkomsel flash unlimited edition dengan harga yang menarik. adapun  tips yang paling baik untuk memilih penyedia jasa wireles internet adalah sebagai berikut :
  • Pilih penyedia ISP Wireles Internet yang sudah mendukung jaringan HDSPA,
  • Jika anda didaerah pedesaan maka gunakanlah penyedia jasa wireles internet yang murah.
  • Pilih penyedia ISP Wireles Internet yang belum memiliki banyak pelanggan, karena semakin banyak pelanggan maka dapat memperlambat akses internet kita.



SUMBER PUSTAKA :

Dasar-dasar internet. Akses internet pada http://deris.unsri.ac.id/. Tgl. 16/09/2009.
Dasiman. Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA XI. Jakarta : Erlangga. 2007.

2 komentar:

  1. Mas, saya mau mendirikan ISP di kota saya, kira2 mas punya info ttg tempat dimana saya bisa ikuti pelatihan/trainning mendirikan ISP tersebut. terima kasih yaa mas.. ^^

    BalasHapus
  2. Saya senang dapat mengunjungi blog Anda. Semoga sukses, dari http://bukunovelbestseller.blogspot.com

    BalasHapus